Teks Karo - Terletak di tengah kebun sawit yang rimbun, pemandian Bah Tio atau Aqua di Nagori Silampuyang, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, memang belum dilirik sepenuhnya oleh wisatawan.
Namun, Bah Tio layak dijadikan sebagai salah satu alternatif kunjungan wisata ke Simalungun. Karena letaknya hanya 12 km dari Kota Siantar. Menurut boru Torus, salah satu pemilik warung yang ditemui di sekitar lokasi, Kamis (23/3) sekira jam 13.00 wib, pemandian Bah Tio/Aqua merupakan milik bersama dan para pengunjung tidak dipungut biaya termasuk parkir.
Setiap pengunjung tidak dilarang membawa makanan dan minuman ataupun keperluan lainnya. “Mulai pagi hingga sore hari saya buka usaha di sini dan saya hanya menjual tes manis, kopi dan makanan ringan lainnya, tapi setiap minggu pemandian ini harus saya bersihkan karena material yang datang dari arah Timur masuk ke sekitar pemandian,” ujar boru Torus.
Salah seorang pengunjung, Lili (47), warga Siantar yang didampingi temannya Limbong Sitorus saat ditemui di sekitar pemandian mengatakan bahwa sejak tahun 2005 dia sudah mengenal pemandian Bah Tio/Aqua.
Namun, hingga kini pemandian itu sepertinya dianaktirikan pemerintah Kabupaten Simalungun. Karena akses jalan dan infrastruktur lainnya, tak mendukung. “Pemandian ini asli dari mata air. Untuk itu, pihak pemerintah daerah kiranya dapat bekerjasama dengan masyarakat untuk melestarikan pemandian ini ataupun mempromosikan melalui media sosial dan akses jalan menuju lokasi pemandian agar dibenahi,” ujarnya berharap.
Banyaknya air yang selalu keluar dari mata air mencapai 200 Liter perdetik dengan luas areal pemandian sekitar 150 meter persegi.
Kejernihan air yang ada pada kolam alami ini konon bersumber dari Danau Toba. Sebabnya, di sini ditemukan ikan yang biasa hidup di Danau Toba. Beberapa opini setempat menyebutkan bahwa terdapat terowongan di bagian bawah kolam yang mengalirkan air dari Danau Toba menuju Bah Tio. Bagaimana pun cerita-cerita berbau ‘konon’ ini kerap kali hadir sebagai penambah daya tarik dari sebuah tempat.
source: news.metro24jam.com
Namun, Bah Tio layak dijadikan sebagai salah satu alternatif kunjungan wisata ke Simalungun. Karena letaknya hanya 12 km dari Kota Siantar. Menurut boru Torus, salah satu pemilik warung yang ditemui di sekitar lokasi, Kamis (23/3) sekira jam 13.00 wib, pemandian Bah Tio/Aqua merupakan milik bersama dan para pengunjung tidak dipungut biaya termasuk parkir.
![]() |
foto instagram "andhikadeadyy" |
Setiap pengunjung tidak dilarang membawa makanan dan minuman ataupun keperluan lainnya. “Mulai pagi hingga sore hari saya buka usaha di sini dan saya hanya menjual tes manis, kopi dan makanan ringan lainnya, tapi setiap minggu pemandian ini harus saya bersihkan karena material yang datang dari arah Timur masuk ke sekitar pemandian,” ujar boru Torus.
Salah seorang pengunjung, Lili (47), warga Siantar yang didampingi temannya Limbong Sitorus saat ditemui di sekitar pemandian mengatakan bahwa sejak tahun 2005 dia sudah mengenal pemandian Bah Tio/Aqua.
Namun, hingga kini pemandian itu sepertinya dianaktirikan pemerintah Kabupaten Simalungun. Karena akses jalan dan infrastruktur lainnya, tak mendukung. “Pemandian ini asli dari mata air. Untuk itu, pihak pemerintah daerah kiranya dapat bekerjasama dengan masyarakat untuk melestarikan pemandian ini ataupun mempromosikan melalui media sosial dan akses jalan menuju lokasi pemandian agar dibenahi,” ujarnya berharap.
Banyaknya air yang selalu keluar dari mata air mencapai 200 Liter perdetik dengan luas areal pemandian sekitar 150 meter persegi.
![]() |
foto instagram "exloredolansumut" |
Kejernihan air yang ada pada kolam alami ini konon bersumber dari Danau Toba. Sebabnya, di sini ditemukan ikan yang biasa hidup di Danau Toba. Beberapa opini setempat menyebutkan bahwa terdapat terowongan di bagian bawah kolam yang mengalirkan air dari Danau Toba menuju Bah Tio. Bagaimana pun cerita-cerita berbau ‘konon’ ini kerap kali hadir sebagai penambah daya tarik dari sebuah tempat.
source: news.metro24jam.com
SHARE
Post a Comment